Arti Artificial Intelligence dan Cakupannya *Best Popular #1

Pembahasan kali ini, kami akan membahas seputar Arti Artificial Intelligence dan Cakupannya yang bermanfaat untuk anda.

Arti Artificial Intelligence dan Cakupannya
Gambar 1: ilustrasi.

Artificial Intelligence (AI) adalah salah satu atau kumpulan sistem komputer yang mampu memproses informasi dan melakukan tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh manusia.

AI dapat memiliki bentuk kecerdasan sederhana, seperti mengenali ucapan atau menganalisis pola visual dalam gambar. Atau bisa lebih kompleks seperti belajar dari kesalahan masa lalu dan sebagai pemecahan masalah.

Untuk memahami apa arti artificial intelligence, Pada tahun 1950, Alan Turing menggambarkan “mesin berpikir” dapat dikenali karena mereka dapat menggunakan akal untuk dapat memecahkan teka-teki.

Pada 1950-an, John McCarthy mengatakan komputer dapat “melakukan sesuatu, seperti yang dilakukan oleh orang-orang,dimana dikatakan seperti melibatkan kecerdasan.”

Ide-ide ini mengalir menjadi tiga karakteristik yang digunakan untuk mengidentifikasi mesin atau komputer yang memiliki “kecerdasan buatan”, diantaranya:

  • Melalui Menghunakan input seperti sensor atau data yang berguna untuk menganalisis informasi.
  • Memproses sejumlah besar data untuk mengidentifikasi pola, tren, atau korelasi.
  • Menyesuaikan keputusan dan tindakan mereka berdasarkan pembelajaran yang diperoleh dari input dan data tadi.

Komponen Apa Saja yang Mendukung Pembuatan Artificial Intelligence?

Sebuah mesin “cerdas” terdiri dari banyak komponen yang berbeda. Ini semua bekerja sama untuk membantu mesin mengambil input dari dunia nyata dan membuat keputusan sendiri.

Sensor AI

Jika Anda berpikir tentang bagaimana manusia mengumpulkan data dari dunia nyata, mesin cerdas membutuhkan sensor untuk mengumpulkan informasi yang sama. Sensor ini dapat mencakup:

  • Kamera : Alat visual yang untuk melakukan hal-hal seperti pengenalan wajah, menghindari rintangan, atau menggunakan kamera inframerah untuk mendeteksi saat objek bersuhu panas.
  • Mikrofon : Berinteraksi dengan manusia melalui suara, mendeteksi aktivitas di dalam ruangan, atau merespons musik.
  • Sensor taktil : Memungkinkan robot menyesuaikan cengkeraman atau kekuatan konsol game untuk merespons seberapa keras Anda menggerakkan pengontrol game.
  • Sensor posisi, suhu, atau aliran : Memberikan informasi tentang gas atau cairan yang mengalir melalui pipa, suhu bahan kimia atau logam, dan bahkan susunan kimia cairan.

Faktanya, dengan teknologi sensor modern, mesin dapat mendeteksi hal-hal tentang dunia yang bahkan tidak dapat dilakukan oleh manusia.

Data AI dan Pembelajaran Mesin

Komponen penting AI adalah pembelajaran mesin. Hal ini adalah kemampuan untuk mengumpulkan sejumlah besar informasi dari berbagai sumber dan menganalisisnya untuk pola dan menjadi bermakna.

Misalnya, selama melakukan uji tabrakan kendaraan, komputer dapat menganalisis tekanan dan suhu. Komputer dapat menganalisis data dan memberi tahu produsen kendaraan di mana menempatkan airbag untuk memberikan tingkat keamanan tertinggi.

Pembelajaran mesin juga membantu memecahkan masalah. Dengan mengumpulkan data di ratusan sensor, komputer dapat mengidentifikasi kualitas pada produk. Dengan menghubungkan data sensor lainnya, komputer dapat memberi tahu teknisi tentang komponen mana yang memiliki cacat.

Karena pembelajaran mesin dapat melakukan ini dalam waktu yang sangat singkat, perusahaan dapat mengidentifikasi dan memperbaiki masalah lebih cepat, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan produksi secara keseluruhan.

Pembelajaran Mendalam

Bentuk pembelajaran mesin yang lebih maju adalah “pembelajaran mendalam”, ketika mesin mengidentifikasi kegagalan dan akan memulai untuk mempelajari cara paling efisien untuk menyelesaikan tugasnya.

Apa Tujuan Artificial Intelligence?

Para ilmuwan sedang mengembangkan kecerdasan buatan sehingga kita dapat menggunakan mesin untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.

Hal ini memungkinkan mesin melakukan tugas berulang – ulang yang mungkin saja ada kadang – kadang yang bersifat melukai atau berbahaya bagi manusia.

Dan Prince, CEO dan Pendiri Illumisoft, mengatakan bahwa titik awal untuk memahami AI adalah dimulai dari memahami kecerdasan kita sendiri.

“Manusia memiliki kapasitas untuk belajar, memecahkan masalah, mengenali pola, dan menjelaskan serta memprediksi fenomena alam (yang merupakan) semua tampilan yang umumnya di asosiasikan dengan kecerdasan,” katanya. 

“Tujuan utama bagi banyak peneliti adalah untuk menghasilkan kecerdasan umum buatan (AGI), sesuatu yang diakui oleh para analis dimana sampai saat ini belum tercapai.

Dengan teknologi saat ini, AI tertentu mungkin bagus dalam mengsimulasikan satu aspek kecerdasan manusia, tetapi tidak dengan yang lain.

Ada sistem AI, misalnya yang mahir dalam memahami bahasa, sementara yang lain bagus dalam kontrol motorik. Hanya sedikit yang bisa melakukan keduanya sekaligus seperti memahami bahasa dan mengontrol.”

Namun, sebagian besar mesin dengan AI hanya mampu fokus pada area batas pembelajaran. Kita tidak bisa menerapkannya pada banyak pilihan yang dibuat seperti rata-rata manusia lakukan setiap hari.

Iwan
Jika kamu pecinta kopi, kamu tahu kapan waktu yang pas untuk menikmati secangkir kopi hangat.